Sabtu, 23 April 2016

Ciri Ciri Anak Autis

Hasil gambar untuk anak autisSudah menjadi kewajiban setiap orangtua untuk mengetahui proses tumbuh kembang anak. Untuk itu ada baiknya, bila Anda mengenali ciri-ciri anak autis yang pada umumnya terjadi. Sehingga apabila anak Anda memiliki gejala autis, Anda tetap bisa memaksimalkan pertumbuhannya. Berikut tujuh ciri-ciri autisme yang bisa Anda deteksi pad anak.
Gangguan Kemampuan Sosial
Autisme berkaitan dengan gangguan kemampuan sosial yang penderitanya berinteraksi berbeda dengan orang pada umumnya. Pada tingkat gejala ringan, ciri-ciri autisme yang muncul adalah tampak canggung saat berhubungan dengan orang lain, mengeluarkan komentar yang menyinggung orang lain, dan tampak terasing saat berkumpul bersama orang lain. Penderita autis dengan tingkat gejala autis yang parah biasanya tidak suka berinteraksi dengan orang lain. Mereka juga cenderung menghindari kontak mata1. Pada anak-anak, gejala autis berupa gangguan kemampuan sosial ini dapat terlihat dari ketidaktertarikannya pada permainan bersama serta sulit berbagi dan bermain secara bergantian2.
Kesulitan Berempati
Sangat sulit bagi anak penderita autisme untuk memahami perasaan orang lain, sehingga mereka jarang berempati terhadap orang lain. Mereka juga sulit mengenali dan memahami bahasa tubuh atau intonasi bicara. Saat berbicara dengan orang lain, komunikasi cenderung bersifat satu arah karena mereka lebih banyak membicarakan dirinya sendiri. Untungnya, kemampuan berempati ini dapat dilatih dan meningkat jika mereka rutin diingatkan untuk belajar mempertimbangkan perasaan orang lain1.
Tidak Suka Kontak Fisik
Tak seperti anak lain pada umumnya, sebagian anak penderita autisme tidak menyukai jika mereka disentuh atau dipeluk. Namun, tidak semua menunjukkan gejala yang sama. Sebagian anak dengan autisme sering dan senang memeluk mereka yang dekat dengannya1.
Tidak Suka Suara Keras, Beberapa Aroma, dan Cahaya Terang
Anak penderita autisme umumnya merasa terganggu dengan suara keras yang mengagetkan, perubahan kondisi cahaya, dan perubahan suhu yang mendadak. Diyakini bahwa yang membuat mereka merasa terganggu adalah perubahan mendadak, sehingga mereka tidak bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu. Bagi anak-anak dengan autisme, memberitahu mereka tentang sesuatu yang akan terjadi ternyata bermanfaat bagi mereka1.
Gangguan Bicara
Ciri-ciri autisme bisa juga Anda deteksi dengan mengetahui kemampuan bicara pada anak. Diketahui bahwa 40% dari anak-anak dengan autisme tidak dapat berbicara atau hanya dapat mengucapkan beberapa kata saja. Sekitar 25-30% dapat mengucapkan beberapa kata pada usia 12-18 bulan, namun sesudahnya kehilangan kemampuan berbicara. Sedangkan sisanya baru dapat berbicara setelah agak besar. Intonasi penderita autisme saat berbicara biasanya cenderung datar dan bersifat formal. Mereka juga suka mengulang kata atau frase tertentu, atau dikenal sebagai echolalia1.
Suka Tindakan Berulang
Anak autis menyukai hal yang sudah pasti sehingga mereka menikmati melakukan rutinitas yang sama terus menerus atau sering melakukan tindakan yang berulang-ulang. Adanya perubahan pada rutinitas sehari-hari akan terasa sangat mengganggu bagi mereka1. Tindakan yang berulang ini dapat bervariasi dan dikenal sebagai stimulating activities (stimming), serta biasanya menjadi suatu obsesi tersendiri bagi penderita autisme2.
Perkembangan Tidak Seimbang
Perkembangan anak pada umumnya bersifat seimbang, artinya perkembangannya meliputi banyak faktor dan bertahap. Sebaliknya, perkembangan pada anak-anak autis cenderung tidak seimbang: perkembangan di satu bidang terjadi dengan cepat namun terhambat di bidang lainnya. Sebagai contoh, perkembangan kemampuan kognitif terjadi dengan pesat namun kemampuan bicara masih terhambat atau perkembangan kemampuan bicara terjadi dengan pesat namun kemampuan motorik masih terhambat1.
References:
1. What is Autism? What Causes Autism. 2013. Medical News Today: MediLexicon International Ltd.
2. Autism Spectrum Disorders: Signs & Symptoms. 2010. Centers for Disease Control and Prevention

Jejak Sang Beruang Gunung

Hasil gambar untuk norman edwinNorman Edwin, anak lelaki yang berdarah Palembang-Cirebon. Sejak kecil dia sudah menyukai kegiatan yang berbau petualangan. Ketika SMA, dia sudah beberapa kali melakukan pendakian gunung. Hingga
> kegiatan pendakiannya makin menggila ketika ia bergabung dengan Mapala UI. Bisa dikatakan, Norman hampir menguasai seluruh bidang petualangan di alam bebas. Pada waktu itu dunia petualangan berupa kegiatan mendaki gunung (hiking), panjat tebing (rock climbing), telusur goa (caving), berlayar (sailing), arung jeram (rafting), menyelam (diving) atau terjun payung. Dari semua dunia itu, hanya diving dan terjun payung kiprah Norman tidak begitu santer terdengar. Norman Edwin, si Beruang Gunung, petualang sejati yang paling handal dan diandalkan juga paling kharismatis. Ia juga bukan petualang karbitan yang heboh waktu berhasil mendaki sebuah gunung setelah itu hilang lenyap, tak ada lagi berita aktivitas kelanjutannya. Karena Norman itu orang yang konsisten dan disiplin. Ia juga sosok yang humoris, sekaligus `guru' yang rendah hati dan jadi idola sekian banyak pecinta alam. Tak jarang ia diundang oleh perkumpulan- perkumpulan pecinta alam untuk menjadi instruktur mereka, membagi cerita dan pengalaman petualangannya. Atau kiprah nyata dia dalam memimpin proses evakuasi, operasi SAR korban hilang di gunung.
Ia menjadi orang pertama yang mempopulerkan arung jeram serta telusur goa di Indonesia. Ia juga menjadi satu-satunya orang Indonesia yang memiliki sertifikat lisensi teknik penyelamatan goa dari Ameika Serikat. Ia petualang Indonesia (pada masa itu) yang sudah merambahi benua Amerika, Afrika, Asia, Eropa, Australia, hingga daerah Alaska.
Norman juga tak hanya dikenal sebagai seorang petualang yang tangguh, ia merupakan seorang yang piawai dalam dunia jurnalistik. Baik motret atau pun membikin tulisan. Ia memang sempat jadi wartawan Mutiara,
> Suara Alam dan Kompas. Belum lagi tulisan-tulisannya yang tersebar ke berbagai media massa. Gaya tulisan Norman memiliki ciri khas yang unik. Tulisannya yang jujur, tegas, terbuka dan berani dalam mengungkapkan berbagai titik permasalahan. Dia selalu menuliskan kejujuran, meski terkadang dianggap kontroversi. Tak perduli itu akan membikin panas telinga beberapa pihak. Namun itulah yang
mematangkan dunia tulis menulis Norman. Norman tak hanya menceritakan berita petualangannya saja yang lokal maupun internasional itu saja. Tapi ia selalu menulis berita informasi yang lengkap dan dengan gaya
tulisan yang manis. Kadang ia juga menyelipkan nasehat cara-cara yang baik untuk bergiat di alam bebas. Jadi tak melulu menceritakan kegagahannya di alam bebas. Hingga ketulusan Norman dalam memperkenalkan kegiatan alam bebas makin dipertegas dengan menerbitkan sebuah buku karangannya yang berjudul "Mendaki Gunung adalah Sebuah Tantangan Petualangan", terbitan PT. Aya Media pada tahun 1987. Ia memang telah mempopulerkan olah raga di alam bebas di kalangan generasi muda lewat tulisannya di berbagai media massa, juga melalui seminar dan berhasil menggerakkan mereka untuk kembali mencintai alam, mengajarkan bagaimana menggiati dunia petualangan yang baik dan sehat bagi remaja serta buku buah karya Norman itu juga telah merembesi sekian banyak pecinta alam muda Indonesia.
Ia juga yang berambisi mengangkat nama Indonesia dengan program Seven Summit mendaki serta mengibarkan Sang Saka Merah Putih di tujuh puncak dari tujuh benua. Ia makin dikenal di dalam maupun luar
negeri. Perlu diketahui juga, bila sedang berkunjung ke luar negeri Norman dan rekan-rekannya tak pernah jemu untuk selalu memperkenalkan Indonesia ke negara yang dikunjunginya—terutama mempromosikan
daerah wisata di Indonesia. Empat puncak berhasil didaki secara spartan, yakni puncak Carstensz Pyramide, McKinley, Elbrus, Kilimanjaro hingga ekspedisi puncak benua yang ke 5, yakni gunung Aconcagua. Hingga
berita buruk itu pun, tersiar bahwa tim ekspedisi Mapala UI mengalami musibah di gunung yang berada di Amerika Selatan, perbatasan Chile,Argentina tepatnya. Tim Norman memang banyak mengalami kendala di lapangan, hingga tersiar kabar yang lebih menyakitkan lagi. Bahwa Didiek Samsu—salah seorang teman seperjalanannya—ditemukan dalam keadaan tewas dan Norman dinyatakan hilang tak tahu arahnya, hingga akhirnya diketemukan oleh pendaki Austria dalam keadaan tewas, hanya 200 meter dari puncak Aconcagua!
Ia 'pergi' dengan damai bersama sahabat sejatinya—si Samson, Didiek Samsu—meninggalkan segalanya, ia telah menyatu dengan alam yang dicintainya. Kepala tertunduk dan air mata pun menetes mengiringi kepergiannya. Ternyata merasa kehilangan itu tak hanya dimiliki oleh keluarga mereka, Mapala UI atau teman-teman dekat mereka saja, tapi kehilangan bagi seluruh penggiat alam bebas di segenap penjuru
Tanah Air. Indonesia pun kehilangan salah satu `pahlawan gunungnya' yang cukup dikenal dunia. Tetapi jejaknya telah ia tinggalkan, berpenggal kenangan ia berikan. Maka tak salah bila kita ingin mewarisi niat
dan semangatnya yang menggelora. Norman Edwin memang sosok yang pantas untuk dikenal sekaligus dikenang. Waktu itu, hampir semua TV serta surat kabar daerah dan nasional ramai memberitakan tentang musibah yang mereka alami. Kisah hidup dan petualangannya menjadi kenangan tersendiri dalam hati keluarga, Mapala UI dan rekan-rekan sepetualangannya, serta dalam sejarah petualangan Indonesia.


Sumber
http://heryk-adventure.blogspot.com

Keluarga dan Persahabatan

Human can not live alone, look for the most precious treasure in the world ie  family, love and friendship